Sabtu, 03 September 2016

Kenali Lebih Dekat Fakta Menarik tentang Make up


Gulalives.com, JAKARTA – Bayangkan dunia tanpa kosmetik alias makeup. Wanita tampil polos apa adanya tanpa pulasan bedak, lipstik atau bahan lain yang bertujuan untuk meningkatkan penampilan diri.
Mungkin Kim Kardashian akan terlihat datar dan hambar, tanpa pulasan make up berlapis yang dilakukan oleh tangan terampil (tak lain beauty stylist) sehingga siap tampil di depan kamera.
Kosmetik, juga dikenal sebagai makeup, merupakan bahan perawatan digunakan untuk meningkatkan penampilan, atau aroma tubuh. Makeup umumnya terdiri dari campuran senyawa kimia, beberapa berasal dari sumber alami (seperti minyak kelapa), namun banyak juga yang sintetis.
Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA), yang mengatur mengenai kosmetik, mendefinisikan kosmetik sebagai “bahan yang dimaksudkan untuk diterapkan pada tubuh manusia untuk membersihkan, mempercantik, mempromosikan daya tarik, atau mengubah penampilan tanpa mempengaruhi struktur tubuh atau fungsi.”
Definisi yang luas mencakup materi ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai komponen dari produk kosmetik. FDA secara khusus mengecualikan sabun dari kategori ini.
Tahu nggak, kalau awalnya lipstik juga dikenakan oleh para pria? Pria dan perempuan Sumeria kuno mungkin yang pertama menciptakan dan memakai lipstik, sekitar 5.000 tahun yang lalu. Tentu dengan alat seadanya, mereka menghancurkan batu permata dan digunakan untuk menghiasi wajah, terutama di bibir dan di sekitar mata.
Sekitar 3000 SM (Sebelum Masehi) hingga 1500 SM, wanita kuno di Peradaban Lembah Indus menggunakan semacam lipstik berwarna merah untuk memulas bibirnya. Orang Mesir Kuno konon mengekstrak pewarna merah dari fucus-algin (sejenis alga atau rumput laut), 0,01% yodium, dan sejumlah bromin mannite untuk bahan baku lipstik. Namun campuran ini malah mendatangkan penyakit serius.
Lipstik dengan efek shimmering (berkilau) awalnya dibuat menggunakan zat pearlescent yang ditemukan di sisik ikan.
Salah satu ramuan tradisional Cina yang paling popular adalah jamur Tremella fuciformis, digunakan sebagai produk kecantikan oleh perempuan di Cina dan Jepang. Jamur itu dilaporkan mampu meningkatkan retensi kelembaban di kulit dan mencegah degradasi pembuluh darah mikro di kulit, mengurangi kerutan dan menghaluskan garis-garis halus.
Efek anti-penuaan lainnya berasal dari peningkatan kehadiran superoksida dismutase di otak dan hati. Ini adalah enzim yang bertindak sebagai antioksidan kuat seluruh tubuh, terutama di kulit.
Penggunaan makeup mengalami sejumlah titik perjalanan dalam sejarah Barat. Sebagai contoh, pada abad ke-19, Ratu Victoria secara terbuka menyatakan bahwa makeup adalah hal yang tidak tepat, vulgar, dan diterima hanya untuk digunakan oleh para aktor panggung.
Selama abad keenam belas, atribut pribadi dari wanita yang menggunakan make-up menciptakan permintaan tinggi untuk produk kalangan kelas atas.
Perusahaan kosmetik terbesar di dunia adalah L’Oréal, yang didirikan oleh Eugene Schueller pada 1909 yang dikenal sebagai French Harmless Hair Colouring Company (Perusahaan Pewarnaan Rambut Perancis yang Tidak Berbahaya) – sahamnya kini dimiliki oleh Liliane Bettencourt 26 persen. Nestle 28 persen dan 46 persen sisanya publik.
Pasar makeup berkembang di Amerika Serikat selama tahun 1910-an dipelopori oleh Elizabeth Arden, Helena Rubinstein, dan Max Factor. Perusahaan-perusahaan ini bergabung dengan Revlon sebelum Perang Dunia II dan Estee Lauder setelahnya.
Meskipun makeup modern umumnya digunakan terutama oleh perempuan, peningkatan jumlah pria yang menggunakan kosmetik biasanya berhubungan dengan wanita – tujuannya untuk meningkatkan atau menutupi kekurangan wajah. Pria misalnya, suka mengenakan concealer untuk menutupi tampilan kulit yang tidak merata.
Tak heran, sejumlah merek kosmetik mengakomodasi kebutuhan pria akan kosmetik, khususnya bagi kaum pesolek golongan metroseksual. Produk makeup khusus pria ini didesain khusus untuk kebutuhan kulit dan tampilan mereka, sehingga banyak pria yang tak malu-malu menggunakannya.
Yang dimasukan dalam golongan kosmetik mencakup krim perawatan kulit, lotion, bedak, parfum, lipstik, cat kuku, riasam mata dan riasan, hingga deodoran, pembersih tangan, produk bayi, kebutuhan untuk mandi, hingga lensa kontak berwarna.
Bagian kecil dari kosmetik disebut makeup, yang merujuk terutama untuk produk warna warni yang bertujuan untuk mengubah penampilan pemakainya.
Belakangan, banyak produsen membedakan antara kosmetik dekoratif (tata rias) dan kosmetik perawatan.
Kosmetik yang dimaksudkan untuk digunakan pada wajah dan area mata biasanya diaplikasikan dengan kuas atau ujung jari.
Kebanyakan kosmetik dibedakan di area mana bahan itu akan diaplikasikan. Mari kita kupas satu persatu:
1. Kosmetik primer biasanya diaplikasikan sebagai formula dasar sebelum pengaplikasian makeup. Bahan ini dimaksudkan untuk mengurangi munculnya ukuran pori, memperpanjang pemakaian makeup (agar riasan tahan lama).
2. Lipstik, lip gloss, lip liner, lip balm, lip conditioner, dan penguat bibir. Lipstik dimaksudkan untuk menambah warna dan tekstur untuk bibir dan sering tersedia dalam aneka warna, dengan tampilan akhir matte, satin dan berkilau.
Lip stain berbahan dasar gel atau air dan mungkin mengandung alkohol untuk membantu produk tetap bercampur. Lip gloss dimaksudkan untuk memberi efek berkilau pada bibir dan produsen bisa menambahan warna, aroma bahkan rasa. Sedangkan lip balm paling sering digunakan untuk melembabkan dan melindungi bibir – karena sering mengandung perlindungan SPF (Sun Protection Factor).
3. Makeup concealer berfungsi untuk menutupi ketidaksempurnaan kulit, misalna menutupi noda, lingkaran hitam di bawah mata, juga ketidaksempurnaan lainnya. Concealer sering lebih tebal dan lebih padat daripada alas bedak, dan memberikan efek coverage yang lebih tahan lama.
Sejumlah concealer diformulasi khusus untuk area tertentu, misalnya mata saja, atau hanya wajah (kecuali area mata). Produk ini juga dapat digunakan untuk membentuk wajah seperti hidung yang, tulang pipi, dan garis rahang.
4. Sedangkan alas bedak (foundation) digunakan untuk menghaluskan tampilan kulit, menutupi bintik-bintik atau warna kulit yang tidak merata. Biasanya foundation berbentuk cair, krim, atau tabur. Foundation primer dapat diaplikasikan sebelum atau setelah penggunaan alas bedak untuk mendapatkan tampilan akhir yang halus.
5. Bedak tabur digunakan setelah alas bedak, memberikan hasil akhir matte, dan untuk menyembunyikan kekurangan kecil atau noda pada wajah.
6. Rouge, blush atau perona pipi adalah pewarna pipi untuk mengeluarkan rona pipi dan membuat tulang pipi tampak lebih menonjol. Rouge biasanya berbentuk bubuk, krim, dan cair.
7. Contour bisa berupa bubuk atau krim, digunakan untuk menentukan bentuk wajah. Bahan makeup ini dapat memberikan ilusi wajah lebih ramping atau memodifikasi bentuk wajah dengan cara lain yang diinginkan. Kim Kardashian tampaknya sukses mengenakan makeup ini untuk mendefinisikan wajahnya.
8. Highlight, digunakan untuk menarik perhatian yang tinggi dari wajah, serta bisa diaplikasikan untuk menambah cahaya. Bahan highlight bisa berbentuk cair, krim, dan bubuk. Bahan makeup ini sering mengandung zat untuk memberikan efek berkilau. Foundation atau concealer dapat digunakan sebagai pengganti highlight untuk menciptakan tampilan yang lebih alami.
9. Bronzer memberikan tambahan warna di kulit dengan menambahkan cahaya emas atau perunggu dan menonjolkan tulang pipi, serta digunakan untuk contouring. Bronzer banyak disukai karena bisa menghasilkan riasan alami dan dapat digunakan untuk pemakaian harian. Bronzer ini tersedia dalam tampilan akhir matte, satin, atau setengah berkilau.
10. Maskara digunakan untuk menggelapkan, memperpanjang, menebalkan, atau menarik perhatian pada bulu mata. Alat makeup ini tersedia dalam warna-warna alami seperti cokelat dan hitam, tetapi juga bisa diciptakan dalam warna berani seperti biru, merah muda, atau ungu.
Ada banyak formula untuk maskara, termasuk versi tahan air bagi mereka rentan terhadap alergi atau yang tiba-tiba keluar air mata. Maskara kerap digunakan setelah pemakaian penjepit bulu mata.
11. Eyeliner digunakan untuk meningkatkan dan memanjangkan ukuran mata. Misalnya, sejumlah beauty stylist senang menggunakan eyeliner putih pada permukaan garis mata dan sudut mata bagian dalam membantu untuk membuat mata terlihat lebih besar dan lebih tajam. Pola semacam ini kerap digunakan oleh bintang Korea yang kebetulan memiliki mata sipit.
12. Pensil alis, bisa berbentuk krim, gel dan bubuk biasanya digunakan untuk membentuk alis agar terlihat lebih tebal.
13. Cat kuku digunakan untuk mewarnai kuku tangan dan kaki. Cat kuku versi tansparan yang tidak berwarna biasanya dipakai untuk memperkuat kuku atau sebagai top coat atau dasar untuk melindungi kuku atau kuteks.
14. Setting spray digunakan sebagai langkah terakhir dalam proses menerapkan makeup. Tujuannya agar makeup tahan lama.
15. Bulu mata palsu sering digunakan untuk menampilkan efek bulu mata tebal seperti tampilan legenda Hollywood, Elizabeth Taylor. Bahan untuk bulu mata palsu ini biasanya berasal dari rambut manusia atau bahan sintetis yang dilekatkan pada kain tipis seperti pita, yang dilengkapi dengan lem bulu mata agar bisa melekat sempurna dan menunjang penampilan pemakainya.
Di Amerika Serikat, produk kosmetik diatur oleh FDA mengikuti FD & C Act section 201. Di Indonesia, soal kosmetik diatur oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Menurut peraturan FDA, menjual produk kosmetik yang tidak aman masuk dalam tindak ilegal. Uni Eropa dan lembaga regulator lainnya di seluruh dunia memiliki peraturan yang sama.
FDA tidak harus menyetujui atau meninjau kosmetik, atau apa yang terjadi di dalamnya, sebelum dijual ke konsumen. FDA hanya mengatur warna yang dapat digunakan dalam kosmetik dan pewarna rambut. Perusahaan kosmetik juga tidak harus melaporkan setiap cacat dari produk. Jika produk cacat, mereka diharapkan melakukan penarikan sukarela produk tersebut dari pasar, demikian menurut laporan womensheatlh.gov.nd.web.
Ada sejumlah bahan kontroversial yang digunakan pada kosmetik, dan jumlahnya terus dikurangi. Bahan-bahan kontroversial ini terutama yang berasal dari minyak bumi, natrium lauril sulfat (SLS), dan paraben. Sejumlah laporan telah mengangkat keprihatinan atas keselamatan beberapa surfaktan, termasuk 2- butoxyethanol. SLS menyebabkan sejumlah masalah kulit, termasuk dermatitis.
Paraben dapat menyebabkan iritasi kulit dan dermatitis kontak pada individu dengan alergi paraben, sebagian kecil dari populasi umum.
Pada tahun 2013, Komite Ilmiah untuk Keamanan Konsumen Uni Eropa (SCCS) mengulas data keselamatan terbaru tentang paraben dan menyatakan bahan itu tidak berbahaya pada tingkat yang digunakan dalam kosmetik, demikian seperti dipaparkan di laman lembaga tersebut.
Perusahaan kosmetik telah dikritik karena membuat klaim pseudo-ilmiah tentang produk mereka yang menyesatkan atau tidak didukung oleh bukti ilmiah. Tujuannya tak lain untuk mendongkrak penjualan.
Mineral Makeup
Dalam beberapa tahun belakangan, mineral makeup menjadi tren, dan digilai banyak perempuan di penjuru dunia.
Istilah mineral makeup berlaku untuk kategori riasan wajah, termasuk foundation (alas bedak), eye shadow, blush on, dan bronzer, yang dibuat dari bubuk mineral kering yang ringan. Bubuk ini sering dicampur dengan emulsi minyak-air.
Lipstik, alas bedak cair, dan kosmetik cair lainnya, serta makeup terkompresi seperti eye shadow dan blush on dalam bentuk padat, sering disebut mineral makeup mineral jika memiliki bahan-bahan utama yang sama seperti makeup mineral kering.
Namun, makeup cair harus mengandung bahan pengawet dan makeup padat harus mengandung pengikat, dimana hal itu tak dimiliki mineral makeup kering. Mineral makeup biasanya tidak mengandung wewangian sintetis, pengawet, paraben, minyak mineral, dan pewarna kimia.
Untuk sejumlah alasan inilah, ahli kulit dapat mempertimbangkan mineral makeup lebih lembut di kulit dibandingkan makeup yang mengandung bahan-bahan tersebut.
Sejumlah mineral bersifat nacreous atau pearlescent, memberikan penampilan bersinar pada kulit atau memicunya. Salah satu contoh adalah oksiklorida bismut.
Biar tidak terkecoh bahasa pemasaran, sejumlah hal mengenai mineral makeup harus kamu ketahui. Apa saja? Dia daftarnya:
Pernyataan: Mineral makeup berasal dari alam sehingga aman dan ramah lingkungan.
Fakta: Meskipun berasal dari alam, sebelum mineral aman digunakan pada kulit, mineral harus diperbaiki dan diproses di pabrik. Produsen bedak mengklaim bedak mengandung satu jenis mineral saja sebagai bahan utama dan seringkali menampilkan satu jenis mineral dalam label. Padahal, selama proses pembuatan kosmetika, perusahaan menambahkan berbagai bahan kimia.
Pernyataan: Mineral makeup dianggap begitu murni sehingga kita bisa tidur tanpa membersihkannya.
Fakta: Dermatolog Dr Francesca Fusco mengatakan mineral dalam makeup memiliki tekstur yang lebih halus daripada makeup biasa. “Namun tidak disarankan tidur menggunakan makeup, semurni apapun riasan tersebut,” saran Fusco. Sama halnya dengan semua riasan lain, hapuslah riasan dengan pembersih sebelum kamu beranjak tidur.
Pernyataan: Mineral makeup cocok bagi semua orang
Fakta: Bisa ya dan tidak. Meskipun dianggap non-komedogenik (tidak menyebabkan munculnya komedo), partikel mikro  dalam riasan yang mengandung mineral dapat terhirup. Sebelum menggunakan kosmetika berbahan mineral, lebih baik jika terlebih dulu kamu menemukan formula yang memang sesuai dengan jenis kulit.
Pernyataan: Mineral makeup memberikan perlidungan terhadap sinar matahari.
Fakta: Komponen basa dalam mineral mengandung seng oksida dan titanium dioksida, yang menghalangi sinar matahari dan juga ditemukan dalam tabir surya. Kebanyakan mineral makeup mengklaim memiliki SPF minimal 15.
Namun dokter kulit Kathryn Frew menyarankan agar selalu menggunakan krim tabir surya kemudian menggunakan alas bedak dengan unsur mineral untuk meningkatkan perlindungan.
Pernyataan: Mineral makeup tidaklah sama.
Fakta: Bahan-bahan alami yang ditemukan dalam mineral makeup memang baik bagi kulit. Namun beberapa merek diakui bisa lebih baik daripada yang lain. Perusahaan kosmetika besar cenderung memasukkan zat aditif dan membuat makeup sintetis. Sedangkan perusahaan kecil cenderung membuat mineral makeup lebih murni dan dibikin dalam jumlah terbatas.
Fakta Menarik tentang Makeup
Pada abad pertengahan, kaum perempuan menganggap bahwa kulit putih adalah kulit paling baik dan indah bagi kaum perempuan sehingga banyak perempuan yang berusaha keras untuk memutihkan kulitnya.
Salah satu trik ekstrem yang digunakan adalah ketika para perempuan menggunakan lintah berdarah untuk mengupas kulit luar dan menggantinya dengan kulit dalam yang lebih putih.
Cat kuku pertama ditemukan di Cina pada 3000 SM dengan bahan-bahan berupa putih telur, permen karet, lilin lebah, dan bubuk berwarna.
Shimmer (bahan yang membuat kilau) yang terdapat pada beberapa produk makeup ternyata terbuat dari sisik ikan yang kemudian dicampur dengan bahan-bahan lainnya. Sampai saat ini, para produsen produk kosmetik masih belum menemukan bahan shimmer lain yang lebih baik daripada sisik ikan.
Pada zaman dulu, perempuan Roma justru menggunakan air seni alias urin untuk mendapatkan gigi lebih putih berkilau. Air seni itu dijadikan sebagai obat kumur sekaligus untuk menyikat gigi. Yiks. Untung sekarang sudah tersedia pasta gigi yang sesuai peruntukan ya! (VW)

Windows 10

From Wikipedia, the free encyclopedia
"Windows 9" redirects here. For the series of Windows produced from 1995 to 2000, see Windows 9x.
This article is about the operating system for personal computers. For the related operating system for mobile devices, see Windows 10 Mobile.
Windows 10
A version of the Windows NT operating system
Windows 10 Logo.svg
Windows 10 build 14393 (Redstone).png
Windows 10 version 1607, showing the Start menu andAction Center
DeveloperMicrosoft
Released to
manufacturing
July 15, 2015; 13 months ago
General
availability
July 29, 2015; 12 months ago
Latest release1607 (10.0.14393.105) (August 31, 2016; 3 days ago[1]) [±]
Latest preview1607 (10.0.14915.1000) (August 31, 2016; 3 days ago[2]) [±]
Update methodWindows UpdateWindows Store,Windows Server Update Services
PlatformsIA-32x86-64
Kernel typeHybrid (Windows NT)
LicenseTrialware,[3] Microsoft Software AssuranceMSDN subscription,DreamSpark
Preceded byWindows 8.1 (2013)
Official websitewindows.microsoft.com
Support status
RTM:
  • Mainstream support until October 13, 2020,
  • Extended support until October 14, 2025[4]
Version 1607 LTSB:
  • Mainstream support until October 12, 2021
  • Extended support until October 13, 2026[5]
Windows 10 is a personal computer operating system developed and released by Microsoft as part of theWindows NT family of operating systems. It was officially unveiled in September 2014 following a brief demo atBuild 2014. The first version of the operating system entered a public beta testing process in October 2014, leading up to its consumer release on July 29, 2015.[6]
Windows 10 introduces what Microsoft described as "universal apps"; expanding on Metro-style apps, these apps can be designed to run across multiple Microsoft product families with nearly identical code‍—‌includingPCstabletssmartphonesembedded systemsXbox OneSurface Hub and Windows Holographic. The Windows user interface was revised to handle transitions between a mouse-oriented interface and atouchscreen-optimized interface based on available input devices‍—‌particularly on 2-in-1 PCs; both interfaces include an updated Start menu which incorporates elements of Windows 7's traditional Start menu with the tiles of Windows 8. The first release of Windows 10 also introduces a virtual desktop system, a window and desktop management feature called Task View, the Microsoft Edge web browser, support for fingerprint and face recognition login, new security features for enterprise environments, and DirectX 12 and WDDM 2.0 to improve the operating system's graphics capabilities for games.
Microsoft described Windows 10 as an "operating system as a service" that would receive ongoing updates to its features and functionality, augmented with the ability for enterprise environments to receive non-critical updates at a slower pace, or use long-term support milestones that will only receive critical updates, such as security patches, over their five-year lifespan of mainstream support. Terry Myerson, executive vice president of Microsoft's Windows and Devices Group, argued that the goal of this model was to reduce fragmentation across the Windows platform, as Microsoft aimed to have Windows 10 installed on at least one billion devices in the two to three years following its release.[7]
Windows 10 received mostly positive reviews upon its original release in July 2015; critics praised Microsoft's decision to downplay user-interface mechanics introduced by Windows 8 (including the full screen apps and Start screen) in non-touch environments to provide a desktop-oriented interface in line with previous versions of Windows, although Windows 10's touch-oriented user interface mode was panned for containing regressions upon the touch-oriented interface of Windows 8. Critics also praised the improvements to Windows 10's bundled software over 8.1, Xbox Live integration, as well as the functionality and capabilities of Cortana personal assistant and the replacement of Internet Explorer with Microsoft Edge.
Critics characterized the initial release of Windows 10 in July 2015 as being rushed, citing the incomplete state of some of the operating system's bundled software (such as the Edge web browser), as well as the stability of the operating system itself on launch.[8][9][10] Windows 10 was also criticized for limiting how users can control its operation, including limited controls over the installation of updates on the main consumer-oriented edition in comparison to previous versions. Privacy concerns were also voiced by critics and advocates, as the operating system's default settings and certain features require the transmission of user data to Microsoft or its partners. Microsoft has also received criticism for how it has distributed Windows 10 to users of existing versions of Windows, which has included the automatic downloads of installation files to computers, the recurring display of pop-ups advertising the upgrade, and allegations of the installation process being scheduled or initiated automatically without expressed user consent.[11][12][13][14][15]
As of July 2016, Windows 10 usage is increasing, with previous versions of Windows declining in their share of total usage as measured by web traffic.[16] The operating system is running on more than 350 million active devices[17] and has an estimated usage share of 22% on personal computers[18] and 12% across all platforms (PC, mobile, tablet, and console).[16]
HafizahUmairoh:
Konsep Kebersihan Dalam Islam.

Dalam kehidupan makhluk bernyawa kebersihan merupakan salah pokok dalam memelihara kelangsungan eksistensinya, sehingga tidak ada satupun makhluk kecuali berusaha untuk membersihkan dirinya, walaupun makhluk tersebut dinilai kotor. Pembersihan diri tersebut, secara fisik misalnya, ada yang menggunakan air, tanah, air dan tanah. Bagi manusia membersihkan diri tersebut dengan tanah dan air tidak cukup, tetapi ditambah dengan menggunakan dedaunan pewangi, malahan pada zaman modern sekarang menggunakan sabun mandi, bahkan untuk pembersih wajah ada sabun khusus dan lain sebagainya. Pada manusia konsep kebersihan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikhis, sehingga dikenal istilah kebersihan jiwa, kebersihan hati, kebersihan spiritual dan lain sebagaianya.

Agama dan ajaran Islam menaruh perhatian amat tinggi pada kebersihan, baik lahiriah fisik maupun batiniyah psikis. Kebersihan lahiriyah itu tidak dapat dipisahkan dengan kebersihan batiniyah. Oleh karena itu, ketika seorang Muslim melaksanakan ibadah tertentu harus membersihkan terlebih dahulu aspek lahiriyahnya. Ajaran Islam yang memiliki aspek akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak ada kaitan dengan seluruh kebersihan ini. Hal ini terdapat dalam tata cara ibadah secara keseluruhan. Orang yang mau shalat misalnya, diwajibkan bersih fisik dan psikhisnya. Secara fisik badan, pakaian, dan tempat salat harus bersih, bahkan suci. Secara psikhis atau akidah harus suci juga dari perbuatan syirik. Manusia harus suci dari fahsya dan munkarat.

Dalam membangun konsep kebersihan, Islam menetapkan berbagai macam peristilahan tentang kebersihan. Umpamanya, tazkiyah, thaharah, nazhafah, dan fitrah, seperti dalam hadis yang memerintahkan khitan, sementara dalam membangun perilaku bersih ada istilah ikhlas, thib al-nafs, ketulusan kalbu, bersih dari dosa, tobat, dan lain-lain sehingga makna bersih amat holistik karena menyangkut berbagai persoalan kehidupan, baik dunia dan akhirat.

Oleh karena itu, persoalannya ialah bagimana kebersihan dalam Islam dan apa konsep Islam mengkonsepsi kebersihan. Persoalan ini diajukan karena ketika Islam memiliki ajaran kebersihan yang amat lengkap, ternyata dalam aspek perilaku masyarakat Muslim belum sebagaimana yang dikehendaki ajaran Islam itu sendiri. Maka tidak heran bila orang sering bicara tentang kebersihan di negara-negara maju yang kebetulan non-Muslim amat mengagumkan. Diharapkan dengan tulisan ini dapat memberikan pencerahan terhadap masyarakat yang selama ini terkesan kurang memperhatikan aspek kebersihan dan belum sadar kebersihan yang menjadi bagian ajaran keimanan ini.

Aspek Kebersihan

Sumber ajaran Islam adalah al-Quran dan al-Sunnah. Dalam sumber ajaran tersebut, diterangkan bukan hanya aspek peristilahan yang digunakan tetapi juga ditemukan bagaimana sesungguhnya ajaran Islam menyoroti kebersihan.Untuk itu, maka perlu kajian tematik, sehingga ditemukan prinsip-prisnsipnya dan bagaimana sesungguhnya konsep kebersihan tersebut.

Memang, sebagai ajaran yang lengkap yang memiliki unsur-unsur akidah, syariah dan muamalah sudah semestinya konsep tersebut ada, lebih-lebih bila dilihat dari aspek maqashid al-Syariah yang termasuk aspek tahsini dan berkaitan dengan akhlak karimah.

1. Istilah yang digunakan

Sebagaimana disinggung al-Quran dan Sunnah banyak menggunakan istilah-istilah yang berkaitan dengan kebersihan atau kesucian. Dalam al-Quran ada istilah thaharah sebanyak 31 kata dan tazkiyah 59 kata. Dalam al-Quran istilah nazhafah, sementara dalam hadis kata nazhafah dapat kita lihat dalam riwayat bukan hadis, “al-Nazhafatu min al-Iman”,, walaupun hadis tersebut dipertanyakan keabsahannya.

2. Dalam implementasinya, maka istilah thaharah dan nazhafah ternyata kebersihan yang bersifat lahiriyah dan maknawiyah, sementara nazhafah atau fikih, istilah thaharah digunakan. Pada kitab-kitab klasik dikhusukan Bab al-Thaharah yang bisasanya disandingkan dengan Bab al-Najasah yang selanjutnya juga dibahas masalah air dan tanah, wudu, mandi, mandi janabat, tayamum, dan lain-lain. Namun demikian, ketika Allah menerangkan tentang penggunaan air untuk thaharah disandingkan pula dengan kesucian secara maknawiyah, Dimaksud dengan maknawiyah ialah kesucian dari hadats, baik hadats besar maupun hadats kecil, sehingga dapat melaksanakan ibadah, seperti salat dan thawaf.

3. Makna kebersihan yang digunakan dalam Islam ternyata ada yang dilihat dari aspek kebersihan harta dan jiwa dengan menggunakan istilah tazkiyah. Umpamanya, ungkapan Allah dalam al-Quran ketika menyebutkan bahwa zakat yang seakar dengan tazkiyah, memang maksudnya untuk membersihkan harta, sehingga harta yang dizakati adalah bersih dan yang yang tidak dizakati dinilai kotor. Kebersihan dan kotor harta sebenarnya ada korelasinya dengan jiwa. Suatu fitrah adalah kebudayaan itu sendiri, sekaligus peradaban dan keyakinan.

Dengan demikian, maka konsep kebersihan dan kesucian yang berdasarkan keyakinan dan kebudayaan masing-masing ada nuansa, perbedaan, lidahnya; gajah, kerbau, dan babi yang kesohor makhluk “menjijikan” mandi di kubangan, dan demikian seterusnya. Dalam bahasa Indonesia terdapat kosa-kata kotor dan jijik serta kebalikannya, bersih dan suci. Namun, semua itu baru pada tingkat lahiriyah. Lalu, bagimana Islam memberi makna kebersihan tersebut. Justeru yang menarik lagi dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar, bahkan melakukannya sendiri, bukan hanya membersihkan badan kita, tetapi pakaian, rumah, halaman, kendaraan dengan menggunakan istilah mencuci pakaian, kendaraan dan lain-lain. Mencuci diambil dari kata “mensucikan”, membikin suci yang diidentikkan dengan bersih. Ini artinya, apapun yang ada harus dibersihkan atau disucikan.



Kebersihan dalam Islam

Hissiyah dan jasmaniah

Bersih secara konkrit adalah kebersihan dari kotoran atau sesuatu yang dinilai kotor. Kotoran yang melekat pada badan, pakaian, tempat tinggal, dan lain sebagainya yang mengakibatkan seseorang tak nyaman dengan kotoran tersebut. Umpamanya, badan yang terkena tanah atau kotoran tertentu, maka dinilai kotor secara jasmaniah, tidak selamanya tidak suci. Jadi, ada perbedaan antara bersih dan suci. Mungkin ada orang yang tampak bersih, tetapi tak suci.

Hissiyah dan maknawiyah

Al-Quran dan hadis banyak menggunakan lafal atau kosa-kata thaharah yang mengindikasikan pada kesucian badan dari kotoran atau najis atau sesuatu yang menimbulkan ketidaknyamanan jasmaniah seseorang. Dalam Surat al-Maidah: 6 dan surat al-Nisa: 43, ayat yang mewajibkan wudlu dan atau mandi sebelum shalat, misalnya tampak mengandung dua makna sekaligus, yaitu thaharah secara hissiyah -jasmaniah (konkrit-nyata) karena dibersihkan dengan air dan thaharah maknawiah (abstrak) karena dibersihkan dengan air atau tanah ketika air itu tidak ada. Dikatakan mengandung dua makna sekaligus karena pada ayat itu disebutkan juga makna, “Sesungguhnya Allah adalah pengampun dan penyayang” pada akhir surat al-Nisa: 43 karena wudu dan mandi juga shalat adalah jalan membersihkan dosa. Kesucian secara rohani karena dia sudah dengan ketaatan, istigfar dan taubat kepada Allah. Pada ibadah-ibadah tersebut. Memang dalam kehidupan keseharian makna suci ini, sering diungkapkan kepada seseorang yang sedang haid atau dalam keadaan junub, misalnya. Orang yang sudah bersih atau suci dari haid, disebut, “Hatta yath-hurna” (al-Baqarah: 222) bila sudah mandi junub, bukan hanya dicuci.

Sebagimana disebutkan terdahulu bahwa kebalikan dari thaharah adalah najasah atau najis. Dalam ungkapan lain ada juga istilah danas, kotor Dalam Islam istilah najis terkonsep dalam fuqaha. Mereka menetapkan bab tertentu tentang thaharah dan najis tersebut. Dahulu di kalangan fuqaha, najis itu sendiri ditetapkan sebagai berikut: Najis mughallzhah dan mukhaffafah. Dikatakan mughallazhah karena dalam membersihkannya di samping mengunakan air sebanyak tujuh kali juga najis yang dengan sekali atau dua kali cucian sudah cukup tidak lagi memerlukan tanah sebagai tambahannya.

Ketika Islam berbicara kesucian lahirah dan jasmaniah yang pada Mukhtasar al-Shahih al-Bukhari – Tajrid al-Sharih sebagai berikut:

a. Dalam Kitab al-Wudu ada 89 hadis,

b. Kitab al-Ghusli ada 20 hadis,

c. Membicarakan air dan tanah sebagai alat bersuci. Bersuci dari kotoran dan najis, sehingga seseorang dapat melakukan salat, utamanya, dengan nyaman dan baik. Namun, di situ pun dibicarakan bahwa berwudu itu dapat mensucikan seseorang dari perbuatan dosa. Ketika seseorang wudu berkumur dan memasukkan air akan ke hidung, dan lain-lain yang semuanya bersifat jasmani. Namun demikian, diterangkan pula bahwa orang berwudu dapat menghilangkan dosa (kecil). Dengan demikian, maka bersih dalam Islam dilihat dari aspek hissiyah dan jasmaniah adalah tidak bisa dipisahkan dengan kesucian rohaniyah. Bersih belum tentu suci, tetapi suci bisa sudah sekaligus juga bersih, walaupun tidak selamanya begitu. Dalam Islam kebersihan adalah kesucian itu sendiri dan kesucian adalah kebersihan, walaupun istilah ini tidak sama sekali merupakan garis lurus. Mungkin secara jasmaniyah bersih, tetapi belum tentu suci sekaligus karena dia orang yang tak pernah berwudu atau sedang dalam keadaan hadast. Namun, seringkali kebersihan dan kesucian tak berimbang. Ada yang asal bersih di rumah, tapi tak bertanggung jawab atas kebersihan jalan, sungai, halaman orang, dan lain-lain.

Maknawiyah

Agaknya perlu dielaborasi di sini tentang kesucian secara maknawi yang banyakmenggunakan kata tazkiyah yang makna asalnya berarti berkembang dan berkah. Pada dasarnya kebersihan maknawiyah sudah disinggung di atas, tetapi dalam Islam juga menggunakan istilah tazkiyah dalam arti tazkiyat al-nafsi sama dengan thaharat al-nafs dan tazkiyat al-mali.

a. Tazkiyah wa thaharah al-Nafs

Kesucian jiwa adalah kesucian karena ia sebagai orang beriman Al-Quran dan Sunnah atau ajaran Islam itu berfungsi sebagai tazkiyah, penyucian dari kesesatan diri. Maka muwahhid (orang yang bertauhid) adalah orang yang suci juga. Untuk itu, maka kebalikannya adalah najis, sebagai mana disebut al-Quran bahwa orang musyrik itu najis, sebagaimana diterangkan dalam dlam surat al-Taubah: 28, “Innama al-musyrikunan najasun fala yaqraub al-masjidal haram ba’da amihim hadza…” sebaliknya orang beriman adalah suci jiwanya dengan akidah yang benar. Tanah Mekah dan Madinah bgi umat Islam adalah Tanah suci karena tidak boleh diinjak oleh orang kafir. Kesucian jiwa berkaitan juga dengan akhlak mulia dan taubat. Ketika seseorang bertaubat berarti mensucikan dirinya dari segala dosa yang dilakukannya. Penyucian dosa dengan istigfar dan tidak mengulangi lagi perbuatannya. Bagi dosa yang memerlukan hokum pidana Islam, maka dengan melalui proses eksekusi pidana itu.

b. Tazkiyat wa thaharat al-mal

Kesucian harta adalah dimensi lain dari dimensi kesucian dalam Islam, tetapi juga di sini tidak selamanya bahwa menggunakan kata tazkiyah karena thuhratan atau thaharah. Namun, sebagaimana dimaklumi zakat disebut zakat karena mensucikan harta. Memang, dalam hal ini belum berimbang antara mensucikan badan atau masalah yang bersifat badaniyah dengan penyucian harta, padahal banyak cara penyucian harta ini, utamanya dengan zakat. Ongkos penyucian badan dan pemeliharaannya bila dihitung perbulan amat mahal. Mulai dari sikat gigi dan odolnya, pakaian, malahan dari kalangan tertentu ada yang sengaja mandi SPA dan Sauna, belum lagi dari kalangan “perempuan” tingkat tertentu, setiap bulan mengeluarkan dana tertentu untuk merawat wajah dan penataan rambutnya.

Untuk penyucian harta adalah dengan mengeluarkan zakat karena zakat itu sendiri artinya suci. Belum lagi dengan melalui sadaqah, infaq, wakaf, misalnya. Saat ini lembaga zakat membantu orang-orang kaya menegluarkan zakatnya, sehingga harta yang dimiliki mereka adalah harta yang suci. Allah dalam al-Quran surat al-Tubah: 103 menyatakan, yang artinya, “Ambillah dari harta mereka sadaqah (zakat), kau sucikan dan bersihkan mereka dengannya….).

Harta tak pernah dizakati adalah harta yang kotor, bahkan termasuk yaknizun al-zahab wa al-fidhdhah (al-Tubah: 34) sehingga akan membakar dirinya di neraka.

Kesimpulan

Kebersihan merupakan suatu yang amat fitri bagimakhluk hidum, utamanya makhluk bernyawa. Dalam ajaran Islam kebersihan saja belum cukup, tetapi harus disertai kesucian, Dalam kebrsihan yang ada kalanya menggunakan istilah thaharah atau tazkiyah semuanya berkaitan dengan kebersihan dan kecusian, baik hissiyah maupun ma’nawwiyah, bahkan digunakan lafal fitrah.

Konsep kebersihan yang amat jami (konprehensif) dalam Islam, belum dimaknasi secara kontekstual dalam rangkan membangun kebersihan dalam raga dan jiwanya. Maka dalam upaya membangun keseimbangan ini agaknya konseptualisasikebersihan dan kesucian harus digalakkan.

Adalah naïf jika hanya sebelah antara kebersihan dan kesucian. Ini barangkali yang mengakibatkan mengaapa orang Islam sering bersuci tetapi tidak bersih atau yang lain non-Muslim mereka tak suci tetapi bersih. Yang jelas Rasul adalah “Tokoh Kebersihan, Kesucian, dan Pelestarian Lingkungan”



sumaliff:
terima kasih, sungguh bermakna  artikel dihidangkan
Ummi Munaliza:
QS Al A’la ayat : 14, “Sesungguhnya mendapat kemenanganlah orang yang membersihkan dirinya “

Dalam Islam, kebersihan adalah bersifat menyeluruh atau luas. Kebersihan itu meliputi semua aspek dalam Islam. Barangsiapa benar-benar dapat mengamalkan kebersihan yang menyeluruh menurut Islam , maka  Allah menjanjikan kemenangan baik di dunia terlebih lagi di akhirat.
Ummi Munaliza:
Kita pasti pernah mendengar sebuah ungkapan Hadits berikut: “an-nazhaafatu minal iimaan” yang artinya adalah “Kebersihan sebagian dari Iman” (HR. Muslim).

Hadits ini sangatlah tepat untuk menggambarkan bahwa kebersihan dalam Islam itu sangat penting. Selain Hadits di atas, ada beberapa ayat Al-Qur’an dan juga Hadits Nabi yang menyebutkan bahwa Allah itu mencintai kebersihan antara lain :

“Dan sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bersih”. (Q.S. At-Taubah [9]: 108)

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang bersih”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 222)

“Sesungguhnya Islam itu bersih, hendaklah kamu mewujudkan kebersihan karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih”. (H.R. Khatib)

“Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi”. (HR. Tirmidzi)[1]


Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Allah dan Rasul-Nya memerintahkan dan mengamanahkan kepada kita untuk mencintai dan menjaga kebersihan dalam segala aspek kehidupan di dunia ini. Bukan hanya kebersihan diri yang kita jaga tapi juga kebersihan lingkungan yang ada di sekitar kita sehingga kita menerapkannya secara kaffah (menyeluruh) sesuai perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 208).

Kalau kebersihan merupakan perintah dari Tuhan dan Rasul-Nya, sudah seharusnyalah kita bersungguh-sungguh melaksanakan atau menerapkan kebersihan itu dalam kehidupan kita sebagai wujud dari rasa cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana disinggung dalam Al-Qur’an, “Katakanlah, ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu’. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (Q.S. Ali Imran [3]: 31). Karena mencintai Allah dan Rasul-Nya itu tidak ada jalan kecuali dengan cara percaya kepada-Nya serta menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Itulah yang dinamakan beriman dan bertaqwa.

Ummi Munaliza:
Kebersihan dapat diterapkan dalam masalah ibadah (hubungan dengan Allah SWT).

Kita  ambil contoh dalam mendirikan shalat. Sebelum kita melaksanakan ibadah shalat maka kita wajib membersihkan diri dulu dengan berwudhu. Kita basuh telapak tangan, mulut dan hidung kita, lalu muka, kedua tangan, kepala, telinga dan kaki kita dengan air sehingga anggota tubuh kita menjadi bersih. Hal ini sesuai perintah Allah dalam Al-Qur’an, “Hai orang-orang yang beriman apabila kalian hendak mendirikan shalat maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (cucilah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” (Q.S. Al-Maidah [5]: 6).

Secara jasmani, sebagaimana dijelaskan dalam Ilmu Fiqh, berwudhu adalah membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada anggota tubuh kita yang terbuka. Sedangkan secara rohani, sebagaimana dijelaskan oleh Ulama Tasawuf, wudhu adalah membersihkan dosa-dosa yang telah dilakukan oleh anggota tubuh kita seperti mengumpat, memaki, berbohong, makan makanan haram yang dilakukan oleh mulut kita, mata melihat sesuatu yang tidak halal ,  mencium sesuatu yang tidak halal oleh hidung kita, mengambil sesuatu dengan cara yang tidak halal oleh tangan kita, mendengar sesuatu yang tidak sepatutnya didengar oleh telinga, dan mengunjungi tempat-tempat haram yang dilakukan oleh kaki kita. Dengan demikian wudhu juga merupakan sarana bertaubat sebelum menghadap Allah (shalat).

DANCING IN THE RAIN

Rilis                     : 18 Oktober 2018 Pemain                 : Dimas Anggara, Bunga Zainal, Deva Mahendra, Christine Hakim Sutrad...