Gulalives.com, JAKARTA – Bayangkan dunia tanpa kosmetik alias makeup. Wanita tampil polos apa adanya tanpa pulasan bedak, lipstik atau bahan lain yang bertujuan untuk meningkatkan penampilan diri.
Mungkin Kim Kardashian akan terlihat datar dan hambar, tanpa pulasan make up berlapis yang dilakukan oleh tangan terampil (tak lain beauty stylist) sehingga siap tampil di depan kamera.
Kosmetik, juga dikenal sebagai makeup, merupakan bahan perawatan digunakan untuk meningkatkan penampilan, atau aroma tubuh. Makeup umumnya terdiri dari campuran senyawa kimia, beberapa berasal dari sumber alami (seperti minyak kelapa), namun banyak juga yang sintetis.
Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA), yang mengatur mengenai kosmetik, mendefinisikan kosmetik sebagai “bahan yang dimaksudkan untuk diterapkan pada tubuh manusia untuk membersihkan, mempercantik, mempromosikan daya tarik, atau mengubah penampilan tanpa mempengaruhi struktur tubuh atau fungsi.”
Definisi yang luas mencakup materi ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai komponen dari produk kosmetik. FDA secara khusus mengecualikan sabun dari kategori ini.
Tahu nggak, kalau awalnya lipstik juga dikenakan oleh para pria? Pria dan perempuan Sumeria kuno mungkin yang pertama menciptakan dan memakai lipstik, sekitar 5.000 tahun yang lalu. Tentu dengan alat seadanya, mereka menghancurkan batu permata dan digunakan untuk menghiasi wajah, terutama di bibir dan di sekitar mata.
Sekitar 3000 SM (Sebelum Masehi) hingga 1500 SM, wanita kuno di Peradaban Lembah Indus menggunakan semacam lipstik berwarna merah untuk memulas bibirnya. Orang Mesir Kuno konon mengekstrak pewarna merah dari fucus-algin (sejenis alga atau rumput laut), 0,01% yodium, dan sejumlah bromin mannite untuk bahan baku lipstik. Namun campuran ini malah mendatangkan penyakit serius.
Lipstik dengan efek shimmering (berkilau) awalnya dibuat menggunakan zat pearlescent yang ditemukan di sisik ikan.
Salah satu ramuan tradisional Cina yang paling popular adalah jamur Tremella fuciformis, digunakan sebagai produk kecantikan oleh perempuan di Cina dan Jepang. Jamur itu dilaporkan mampu meningkatkan retensi kelembaban di kulit dan mencegah degradasi pembuluh darah mikro di kulit, mengurangi kerutan dan menghaluskan garis-garis halus.
Efek anti-penuaan lainnya berasal dari peningkatan kehadiran superoksida dismutase di otak dan hati. Ini adalah enzim yang bertindak sebagai antioksidan kuat seluruh tubuh, terutama di kulit.
Penggunaan makeup mengalami sejumlah titik perjalanan dalam sejarah Barat. Sebagai contoh, pada abad ke-19, Ratu Victoria secara terbuka menyatakan bahwa makeup adalah hal yang tidak tepat, vulgar, dan diterima hanya untuk digunakan oleh para aktor panggung.
Selama abad keenam belas, atribut pribadi dari wanita yang menggunakan make-up menciptakan permintaan tinggi untuk produk kalangan kelas atas.
Perusahaan kosmetik terbesar di dunia adalah L’Oréal, yang didirikan oleh Eugene Schueller pada 1909 yang dikenal sebagai French Harmless Hair Colouring Company (Perusahaan Pewarnaan Rambut Perancis yang Tidak Berbahaya) – sahamnya kini dimiliki oleh Liliane Bettencourt 26 persen. Nestle 28 persen dan 46 persen sisanya publik.
Pasar makeup berkembang di Amerika Serikat selama tahun 1910-an dipelopori oleh Elizabeth Arden, Helena Rubinstein, dan Max Factor. Perusahaan-perusahaan ini bergabung dengan Revlon sebelum Perang Dunia II dan Estee Lauder setelahnya.
Meskipun makeup modern umumnya digunakan terutama oleh perempuan, peningkatan jumlah pria yang menggunakan kosmetik biasanya berhubungan dengan wanita – tujuannya untuk meningkatkan atau menutupi kekurangan wajah. Pria misalnya, suka mengenakan concealer untuk menutupi tampilan kulit yang tidak merata.
Tak heran, sejumlah merek kosmetik mengakomodasi kebutuhan pria akan kosmetik, khususnya bagi kaum pesolek golongan metroseksual. Produk makeup khusus pria ini didesain khusus untuk kebutuhan kulit dan tampilan mereka, sehingga banyak pria yang tak malu-malu menggunakannya.
Yang dimasukan dalam golongan kosmetik mencakup krim perawatan kulit, lotion, bedak, parfum, lipstik, cat kuku, riasam mata dan riasan, hingga deodoran, pembersih tangan, produk bayi, kebutuhan untuk mandi, hingga lensa kontak berwarna.
Bagian kecil dari kosmetik disebut makeup, yang merujuk terutama untuk produk warna warni yang bertujuan untuk mengubah penampilan pemakainya.
Belakangan, banyak produsen membedakan antara kosmetik dekoratif (tata rias) dan kosmetik perawatan.
Kosmetik yang dimaksudkan untuk digunakan pada wajah dan area mata biasanya diaplikasikan dengan kuas atau ujung jari.
Kebanyakan kosmetik dibedakan di area mana bahan itu akan diaplikasikan. Mari kita kupas satu persatu:
1. Kosmetik primer biasanya diaplikasikan sebagai formula dasar sebelum pengaplikasian makeup. Bahan ini dimaksudkan untuk mengurangi munculnya ukuran pori, memperpanjang pemakaian makeup (agar riasan tahan lama).
2. Lipstik, lip gloss, lip liner, lip balm, lip conditioner, dan penguat bibir. Lipstik dimaksudkan untuk menambah warna dan tekstur untuk bibir dan sering tersedia dalam aneka warna, dengan tampilan akhir matte, satin dan berkilau.
Lip stain berbahan dasar gel atau air dan mungkin mengandung alkohol untuk membantu produk tetap bercampur. Lip gloss dimaksudkan untuk memberi efek berkilau pada bibir dan produsen bisa menambahan warna, aroma bahkan rasa. Sedangkan lip balm paling sering digunakan untuk melembabkan dan melindungi bibir – karena sering mengandung perlindungan SPF (Sun Protection Factor).
3. Makeup concealer berfungsi untuk menutupi ketidaksempurnaan kulit, misalna menutupi noda, lingkaran hitam di bawah mata, juga ketidaksempurnaan lainnya. Concealer sering lebih tebal dan lebih padat daripada alas bedak, dan memberikan efek coverage yang lebih tahan lama.
Sejumlah concealer diformulasi khusus untuk area tertentu, misalnya mata saja, atau hanya wajah (kecuali area mata). Produk ini juga dapat digunakan untuk membentuk wajah seperti hidung yang, tulang pipi, dan garis rahang.
4. Sedangkan alas bedak (foundation) digunakan untuk menghaluskan tampilan kulit, menutupi bintik-bintik atau warna kulit yang tidak merata. Biasanya foundation berbentuk cair, krim, atau tabur. Foundation primer dapat diaplikasikan sebelum atau setelah penggunaan alas bedak untuk mendapatkan tampilan akhir yang halus.
5. Bedak tabur digunakan setelah alas bedak, memberikan hasil akhir matte, dan untuk menyembunyikan kekurangan kecil atau noda pada wajah.
6. Rouge, blush atau perona pipi adalah pewarna pipi untuk mengeluarkan rona pipi dan membuat tulang pipi tampak lebih menonjol. Rouge biasanya berbentuk bubuk, krim, dan cair.
7. Contour bisa berupa bubuk atau krim, digunakan untuk menentukan bentuk wajah. Bahan makeup ini dapat memberikan ilusi wajah lebih ramping atau memodifikasi bentuk wajah dengan cara lain yang diinginkan. Kim Kardashian tampaknya sukses mengenakan makeup ini untuk mendefinisikan wajahnya.
8. Highlight, digunakan untuk menarik perhatian yang tinggi dari wajah, serta bisa diaplikasikan untuk menambah cahaya. Bahan highlight bisa berbentuk cair, krim, dan bubuk. Bahan makeup ini sering mengandung zat untuk memberikan efek berkilau. Foundation atau concealer dapat digunakan sebagai pengganti highlight untuk menciptakan tampilan yang lebih alami.
9. Bronzer memberikan tambahan warna di kulit dengan menambahkan cahaya emas atau perunggu dan menonjolkan tulang pipi, serta digunakan untuk contouring. Bronzer banyak disukai karena bisa menghasilkan riasan alami dan dapat digunakan untuk pemakaian harian. Bronzer ini tersedia dalam tampilan akhir matte, satin, atau setengah berkilau.
10. Maskara digunakan untuk menggelapkan, memperpanjang, menebalkan, atau menarik perhatian pada bulu mata. Alat makeup ini tersedia dalam warna-warna alami seperti cokelat dan hitam, tetapi juga bisa diciptakan dalam warna berani seperti biru, merah muda, atau ungu.
Ada banyak formula untuk maskara, termasuk versi tahan air bagi mereka rentan terhadap alergi atau yang tiba-tiba keluar air mata. Maskara kerap digunakan setelah pemakaian penjepit bulu mata.
11. Eyeliner digunakan untuk meningkatkan dan memanjangkan ukuran mata. Misalnya, sejumlah beauty stylist senang menggunakan eyeliner putih pada permukaan garis mata dan sudut mata bagian dalam membantu untuk membuat mata terlihat lebih besar dan lebih tajam. Pola semacam ini kerap digunakan oleh bintang Korea yang kebetulan memiliki mata sipit.
12. Pensil alis, bisa berbentuk krim, gel dan bubuk biasanya digunakan untuk membentuk alis agar terlihat lebih tebal.
13. Cat kuku digunakan untuk mewarnai kuku tangan dan kaki. Cat kuku versi tansparan yang tidak berwarna biasanya dipakai untuk memperkuat kuku atau sebagai top coat atau dasar untuk melindungi kuku atau kuteks.
14. Setting spray digunakan sebagai langkah terakhir dalam proses menerapkan makeup. Tujuannya agar makeup tahan lama.
15. Bulu mata palsu sering digunakan untuk menampilkan efek bulu mata tebal seperti tampilan legenda Hollywood, Elizabeth Taylor. Bahan untuk bulu mata palsu ini biasanya berasal dari rambut manusia atau bahan sintetis yang dilekatkan pada kain tipis seperti pita, yang dilengkapi dengan lem bulu mata agar bisa melekat sempurna dan menunjang penampilan pemakainya.
Di Amerika Serikat, produk kosmetik diatur oleh FDA mengikuti FD & C Act section 201. Di Indonesia, soal kosmetik diatur oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Menurut peraturan FDA, menjual produk kosmetik yang tidak aman masuk dalam tindak ilegal. Uni Eropa dan lembaga regulator lainnya di seluruh dunia memiliki peraturan yang sama.
FDA tidak harus menyetujui atau meninjau kosmetik, atau apa yang terjadi di dalamnya, sebelum dijual ke konsumen. FDA hanya mengatur warna yang dapat digunakan dalam kosmetik dan pewarna rambut. Perusahaan kosmetik juga tidak harus melaporkan setiap cacat dari produk. Jika produk cacat, mereka diharapkan melakukan penarikan sukarela produk tersebut dari pasar, demikian menurut laporan womensheatlh.gov.nd.web.
Ada sejumlah bahan kontroversial yang digunakan pada kosmetik, dan jumlahnya terus dikurangi. Bahan-bahan kontroversial ini terutama yang berasal dari minyak bumi, natrium lauril sulfat (SLS), dan paraben. Sejumlah laporan telah mengangkat keprihatinan atas keselamatan beberapa surfaktan, termasuk 2- butoxyethanol. SLS menyebabkan sejumlah masalah kulit, termasuk dermatitis.
Paraben dapat menyebabkan iritasi kulit dan dermatitis kontak pada individu dengan alergi paraben, sebagian kecil dari populasi umum.
Pada tahun 2013, Komite Ilmiah untuk Keamanan Konsumen Uni Eropa (SCCS) mengulas data keselamatan terbaru tentang paraben dan menyatakan bahan itu tidak berbahaya pada tingkat yang digunakan dalam kosmetik, demikian seperti dipaparkan di laman lembaga tersebut.
Perusahaan kosmetik telah dikritik karena membuat klaim pseudo-ilmiah tentang produk mereka yang menyesatkan atau tidak didukung oleh bukti ilmiah. Tujuannya tak lain untuk mendongkrak penjualan.
Mineral Makeup
Dalam beberapa tahun belakangan, mineral makeup menjadi tren, dan digilai banyak perempuan di penjuru dunia.
Istilah mineral makeup berlaku untuk kategori riasan wajah, termasuk foundation (alas bedak), eye shadow, blush on, dan bronzer, yang dibuat dari bubuk mineral kering yang ringan. Bubuk ini sering dicampur dengan emulsi minyak-air.
Lipstik, alas bedak cair, dan kosmetik cair lainnya, serta makeup terkompresi seperti eye shadow dan blush on dalam bentuk padat, sering disebut mineral makeup mineral jika memiliki bahan-bahan utama yang sama seperti makeup mineral kering.
Namun, makeup cair harus mengandung bahan pengawet dan makeup padat harus mengandung pengikat, dimana hal itu tak dimiliki mineral makeup kering. Mineral makeup biasanya tidak mengandung wewangian sintetis, pengawet, paraben, minyak mineral, dan pewarna kimia.
Untuk sejumlah alasan inilah, ahli kulit dapat mempertimbangkan mineral makeup lebih lembut di kulit dibandingkan makeup yang mengandung bahan-bahan tersebut.
Sejumlah mineral bersifat nacreous atau pearlescent, memberikan penampilan bersinar pada kulit atau memicunya. Salah satu contoh adalah oksiklorida bismut.
Biar tidak terkecoh bahasa pemasaran, sejumlah hal mengenai mineral makeup harus kamu ketahui. Apa saja? Dia daftarnya:
Pernyataan: Mineral makeup berasal dari alam sehingga aman dan ramah lingkungan.
Fakta: Meskipun berasal dari alam, sebelum mineral aman digunakan pada kulit, mineral harus diperbaiki dan diproses di pabrik. Produsen bedak mengklaim bedak mengandung satu jenis mineral saja sebagai bahan utama dan seringkali menampilkan satu jenis mineral dalam label. Padahal, selama proses pembuatan kosmetika, perusahaan menambahkan berbagai bahan kimia.
Fakta: Meskipun berasal dari alam, sebelum mineral aman digunakan pada kulit, mineral harus diperbaiki dan diproses di pabrik. Produsen bedak mengklaim bedak mengandung satu jenis mineral saja sebagai bahan utama dan seringkali menampilkan satu jenis mineral dalam label. Padahal, selama proses pembuatan kosmetika, perusahaan menambahkan berbagai bahan kimia.
Pernyataan: Mineral makeup dianggap begitu murni sehingga kita bisa tidur tanpa membersihkannya.
Fakta: Dermatolog Dr Francesca Fusco mengatakan mineral dalam makeup memiliki tekstur yang lebih halus daripada makeup biasa. “Namun tidak disarankan tidur menggunakan makeup, semurni apapun riasan tersebut,” saran Fusco. Sama halnya dengan semua riasan lain, hapuslah riasan dengan pembersih sebelum kamu beranjak tidur.
Fakta: Dermatolog Dr Francesca Fusco mengatakan mineral dalam makeup memiliki tekstur yang lebih halus daripada makeup biasa. “Namun tidak disarankan tidur menggunakan makeup, semurni apapun riasan tersebut,” saran Fusco. Sama halnya dengan semua riasan lain, hapuslah riasan dengan pembersih sebelum kamu beranjak tidur.
Pernyataan: Mineral makeup cocok bagi semua orang
Fakta: Bisa ya dan tidak. Meskipun dianggap non-komedogenik (tidak menyebabkan munculnya komedo), partikel mikro dalam riasan yang mengandung mineral dapat terhirup. Sebelum menggunakan kosmetika berbahan mineral, lebih baik jika terlebih dulu kamu menemukan formula yang memang sesuai dengan jenis kulit.
Fakta: Bisa ya dan tidak. Meskipun dianggap non-komedogenik (tidak menyebabkan munculnya komedo), partikel mikro dalam riasan yang mengandung mineral dapat terhirup. Sebelum menggunakan kosmetika berbahan mineral, lebih baik jika terlebih dulu kamu menemukan formula yang memang sesuai dengan jenis kulit.
Pernyataan: Mineral makeup memberikan perlidungan terhadap sinar matahari.
Fakta: Komponen basa dalam mineral mengandung seng oksida dan titanium dioksida, yang menghalangi sinar matahari dan juga ditemukan dalam tabir surya. Kebanyakan mineral makeup mengklaim memiliki SPF minimal 15.
Fakta: Komponen basa dalam mineral mengandung seng oksida dan titanium dioksida, yang menghalangi sinar matahari dan juga ditemukan dalam tabir surya. Kebanyakan mineral makeup mengklaim memiliki SPF minimal 15.
Namun dokter kulit Kathryn Frew menyarankan agar selalu menggunakan krim tabir surya kemudian menggunakan alas bedak dengan unsur mineral untuk meningkatkan perlindungan.
Pernyataan: Mineral makeup tidaklah sama.
Fakta: Bahan-bahan alami yang ditemukan dalam mineral makeup memang baik bagi kulit. Namun beberapa merek diakui bisa lebih baik daripada yang lain. Perusahaan kosmetika besar cenderung memasukkan zat aditif dan membuat makeup sintetis. Sedangkan perusahaan kecil cenderung membuat mineral makeup lebih murni dan dibikin dalam jumlah terbatas.
Fakta: Bahan-bahan alami yang ditemukan dalam mineral makeup memang baik bagi kulit. Namun beberapa merek diakui bisa lebih baik daripada yang lain. Perusahaan kosmetika besar cenderung memasukkan zat aditif dan membuat makeup sintetis. Sedangkan perusahaan kecil cenderung membuat mineral makeup lebih murni dan dibikin dalam jumlah terbatas.
Fakta Menarik tentang Makeup
Pada abad pertengahan, kaum perempuan menganggap bahwa kulit putih adalah kulit paling baik dan indah bagi kaum perempuan sehingga banyak perempuan yang berusaha keras untuk memutihkan kulitnya.
Salah satu trik ekstrem yang digunakan adalah ketika para perempuan menggunakan lintah berdarah untuk mengupas kulit luar dan menggantinya dengan kulit dalam yang lebih putih.
Cat kuku pertama ditemukan di Cina pada 3000 SM dengan bahan-bahan berupa putih telur, permen karet, lilin lebah, dan bubuk berwarna.
Shimmer (bahan yang membuat kilau) yang terdapat pada beberapa produk makeup ternyata terbuat dari sisik ikan yang kemudian dicampur dengan bahan-bahan lainnya. Sampai saat ini, para produsen produk kosmetik masih belum menemukan bahan shimmer lain yang lebih baik daripada sisik ikan.
Pada zaman dulu, perempuan Roma justru menggunakan air seni alias urin untuk mendapatkan gigi lebih putih berkilau. Air seni itu dijadikan sebagai obat kumur sekaligus untuk menyikat gigi. Yiks. Untung sekarang sudah tersedia pasta gigi yang sesuai peruntukan ya! (VW)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar